You need to enable javaScript to run this app.

Dinas Kesehatan Solok Selatan, Monev Kinerja Seluruh Puskesmas

Dinas Kesehatan Solok Selatan, Monev Kinerja Seluruh Puskesmas

Salam Sehat,

Selasa-Jumat, 07-17 Mei 2024

Kepala Bidang YansdkFarmalkes Dinas Kesehatan Solok Selatan dr. Riana Yoseferta melalui Program Akreditasi Bidang YansdkFarmalkes Dinas Kesehatan Solok Selatan melakukan Monev Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) Triwulan I Tahun 2024 di Dinas Kesehatan, sasaran seluruh Puskesmas dengan menghadirkan Pimpinan Puskesmas, TJ Mutu, TJ UKM dan TJ UKP. Kegiatan ini melibatkan pemegang program pada Bidang Kesmas, Bidang P2P, Bidang Yankes serta Sekretariat pada Dinas Kesehatan. 

Monev PKP ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan dr. Pendewal, MH. Saat membuka kegiatan ini, dr. Pende menyampaikan berapa poin terkait dengan kegiatan ini.

Pertama, Kegiatan ini merupakan suatu keniscayaan yang harus dilakukan secara berkala tiap triwulan sebagai fungsi kontroling dan pengawasan Dinas Kesehatan. 

Kedua, Pelayanan puskesmas merupakan representasi dari kinerja Dinas Kesehatan yang melakukan Fungsi urusan pemerintahan di Bidang Kesehatan.

Ketiga, Disamping Monev PKP, Inovasi Puskesmas Sehatkan Nagari dan Program ILP harus tetap dikontrol dan dievaluasi pelaksanaannya. Mulai dari tingkat Posyandu, Pustu hingga ke Puskesmas.

Monev PKP ini, diikuti dengan sangat antusias oleh Puskesmas dan semua Program pada Dinas Kesehatan karena menyangkut dengan capaian kinerja Puskesmas dan nantinya akan menjadi akumulasi dari kinerja Dinas Kesehatan. Berdasarkan laporan Monev PKP TW I diketahui banyak capaian kinerja Puskesmas yang masih rendah diantaranya Program KIA pada Bidang Kesmas dan P2P secara keseluruhan. 

Disamping itu, pelaporan Monev PKP masih perlu diperbaiki dan butuh evaluasi secara berkala dan menyeluruh. Pada Monev kali ini, dijumpai akar permasalahan diantaranya puskesmas masih kurang tajam dalam penetapan prioritas masalah dengan pendekatan USG (Urgency, Seriousness and Growth) dan analisis akar permasalahan dengan Fishbone serta Tindak Lanjut dengan inovasi puskesmas.

Harapannya dengan adanya kegiatan ini Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk saling berbenah dan melakukan evaluasi secara berkala, guna meningkatkan capaian program pada seluruh Puskesmas serta perbaikan pelaporan PKP sesuai dengan Standar Akreditasi Puskesmas.

Berikut ini gambaran capaian kinerja keseluruhan UPT. Puskesmas TW 1 Tahun 2024 di Solok Selatan :

Capaian UPT. Puskesmas Sangir (Selasa, 7 Mei 2024)

  1. Penilaian kinerja UKM Esensial pada komponen kegiatan P2P (74,47%) tingkat kinerja kurang berupa Persentase anak usia 0-11 bulan yang mendapat Imunisasi Dasar Lengkap, Prevalensi Tuberkulosis per 100.000 penduduk, Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif, Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Militus, dan kegiatan kesehatan lingkungan (62,88%) tingkat kinerja masih kurang dari sasaran yang sudah ditetapkan. Penilaian kinerja UKM pengembangan terdapat komponen kegiatan kesehatan jiwa (67,22%) masih kurang.
  2. Penilaian kinerja Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) hasil kinerjanya baik (100%)
  3. Penilaian kinerja manajemen Puskesmas Sangir adalah baik dengan nilai rata-rata (8,8)
  4. Penilaian kinerja mutu masih ada beberapa indikator yang masih kurang yaitu: skrining hipertensi pada usia produktif (15-30 tahun) dengan capaian 43%, Komplikasi Neonatal yang ditangani (79,16%), Kesesuaian Kompetensi dan Keterampilan Kerja SDMK Sesuai Standart (76%)

Capaian UPT. Puskesmas Sungai Pagu (Rabu, 8 Mei 2024)

  1. Terdapat beberapa indikator kinerja UKM Puskesmas yang masih kurang yaitu Persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat IDL (52,40 %), Cakupan penemuan TBC (Treatment Coverage) (16,44 %), Persentase desa/Nagari yang melaksanakan kegiatan Posbindu PTM (16,55 %), Cakupan pelayanan lengkap antenatal (K4) (41,53%), Persentase Desa/ Nagari Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) (0%), Cakupan pelayanan kesehatan tradisional komplementer terintegrasi (0%).
  2. Penilaian kinerja Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) hasil kinerjanya baik (100%)
  3. Penilaian kinerja Manajemen Puskesmas baik dengan nilai rata-rata (9,3)
  4. Penilaian kinerja mutu masih ada beberapa indikator yang masih kurang tercapai, yaitu: Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar (72%).

Capaian Kinerja UPT. Puskesmas Pauh Duo (Senin, 13 Mei 2024)

  1. Terdapat beberapa indikator kinerja UKM Puskesmas yang masih kurang yaitu: Kesehatan Lingkungan (61.63%), KIA dan KB (18.31%), Gizi (71.22%), P2P (27,13%), UKS (0%), Kesehatan Olah Raga (9,22%), Lansia (71,87%), Kesehatan Jiwa (14,3%), PKPR (16%) dan UBM (0%)
  2. Penilaian kinerja Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) hasil kinerjanya baik (90,8%)
  3. Penilaian kinerja Manajemen Puskesmas baik dengan nilai rata2 (9,2)
  4. Penilaian kinerja mutu sudah baik dengan nilai rata-rata 8,5 

Capaian Kinerja UPT. Puskesmas Sangir Balai Janggo (Selasa, 14 Mei 2024)

  1. Terdapat beberapa indikator kinerja UKM Puskesmas yang masih kurang yaitu: Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat (68,90%), Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta KB (48,34%), Upaya Kesehatan Lingkungan (69,82%), Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit (29,03%), Pelayanan Kesehatan Lansia (18%), Pelayanan Kesehatan Jiwa (32%), UKS/UKGS/UKGMD (0%), PIS-PK (30%), Kesehatan Olahraga (20%), Prolanis (30%) dan PKPR (0%).
  2. Penilaian kinerja Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) hasil kinerjanya baik (86,417%)
  3. Penilaian kinerja Manajemen Puskesmas baik namun belum menampilkan nilai rata-rata capaian manajemen puskesmas
  4. Penilaian kinerja mutu masih ada yang kurang yaitu Skrining Hipertensi pada Usia Produktif ( 15 th-30 th) (2,86%)

Capaian Kinerja UPT. Puskesmas Sangir Jujuan (Selasa, 14 Mei 2024)

  1. Terdapat beberapa indikator kinerja UKM Puskesmas yang masih kurang (17,8 %), KIA dan KB (17,1%), Gizi (38,1%), Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (28,16%), Kesehatan Lingkungan (45,6%), Promosi Kesehatan (37,6%), Perkesmas (25%), Bikor (2%), Lansia (16,6%), UKS (0%), UKGS (0%), Jiwa (22%), Mata (0%) dan Kesjaor (0%).
  2. Penilaian kinerja Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) hasil kinerjanya baik (90%)
  3. Penilaian kinerja Manajemen Puskesmas cukup dengan nilai rata-rata (8,134)

Capaian Kinerja UPT. Puskesmas Koto Parik Gadang Diateh (Rabu, 15 Mei 2024)

  1. Terdapat beberapa indikator kinerja UKM Puskesmas yang masih kurang yaitu: KIA dan KB (78,8%), Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (70,69%), Kesehatan Lingkungan (75,5%), Perkesmas (70,4%), UKGS (73,72%) dan Lansia (74,6%);
  2. Penilaian kinerja Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) hasil kinerjanya baik (91%);
  3. Penilaian kinerja Manajemen Puskesmas rata-rata cukup (8,156);
  4. Penilaian kinerja mutu masih ada yang kurang yaitu Pelayanan Kesehatan Penderita hipertensi (4), Kepatuhan terhadap pelaksanaan Informed Consent pada pasien yang direncanakan Tindakan (4).

Capaian Kinerja UPT. Puskesmas Lubuk Ulang Aling (Kamis,16 Mei 2024)

  1. Terdapat beberapa indikator kinerja UKM Puskesmas yang masih kurang yaitu: KIA dan KB (68,8%), Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (70,69%), Kesehatan Lingkungan (55,5%), Kesehatan Jiwa (60,50%), Perkesmas (65,40%), UKGS (78,82%) dan Kesehatan Olahraga (70,25%);
  2. Penilaian kinerja Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) hasil kinerjanya cukup (82,29%);
  3. Penilaian kinerja Manajemen Puskesmas rata-rata cukup (7,99);
  4. Penilaian kinerja mutu Puskesmas rata-rata baik (8,56).

Capaian Kinerja UPT. Puskesmas Sangir Batang Hari (Jumat, 17 Mei 2024)

  1. Terdapat beberapa indikator kinerja UKM Puskesmas yang masih kurang yaitu: Cakupan pelayanan lengkap Antenatal (K6) (6%), Persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat IDL (1,9%), Persentase anak yang mendapatkan imunisasi lanjutan (1.3%), Cakupan penemuan TB (Treatment Coverge) (5.8%), Persentase perempuan usia 30-50 Tahun yang melakukan deteksi dini kanker serviks dan payudara (5%), Persentase Desa/ Nagari Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) (0%) dan Cakupan pelaksanaan tes kebugaran jasmani di perkantoran (0%);
  2. Penilaian kinerja Manajemen Puskesmas belum menampilkan seluruh indikator manajemen puskesmas;
  3. Penilaian kinerja mutu Puskesmas masih kurang;
  4. Kepatuhan penggunaan Alat pelindung diri (78%);
  5. Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar (72%).

Informasi ini disiarkan oleh Program Akreditasi Bidang YansdkFarmalkes Dinas Kesehatan Solok Selatan. (19/5)

 

#Puskesmassehatkannagari

#Dinkeshebatsolokselatansehat

#Kemenkeshebatindonesiasehat

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

dr. Pendewal, M.H

- Kepala Dinas Kesehatan -

Selamat datang di Website Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan. Website ini dimaksudkan sebagai sarana publikasi untuk memberikan informasi dan...

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini ?

Hasil
Banner